Dulu, jaman SMA, ada olahraga bernama senam lantai. Latihannya memaksa tubuh siswanya untuk menggulung dan melipat punggungnya menjadi gerakan yang sulit, seperti roll depan, kayang atau lomoat harimau. Sebuah olahraga yang tidak aku sukai, menyulitkan hidup, pikirku. Pada saat itu, aku tidak pernah menikmati pelajaran olahraga. Mata pelajaran yang bisanya aku relakan mendapatkan nilai paling rendah setelah Bahasa Jawa.
Ketidak-pandaian aku terhadap olahraga masih berlanjut hingga kuliah. Ketika kampusku sangat besar, banyak sekali mahassiwa yang lari pagi di weekend. Aku yang fomo ini pasti sekali dua kali mencoba jogging juga, menggeret tubuh ini untuk memaksakan diri lari dengan beberapa target yang aku pikir, cukup sulit. Hingga pelan pelan aku merasa bahwa aku memang lari krn aku ingin melepaskan stress saja. Seperti berlari dari masalah, terkadang lari itu bisa membuat kepalaku menjadi lebih ringan dalam memproses masalah.
Hingga kuliah yang kedua kalinya, lari ternyata bukan menjadi olahraga yang ramah buatku. Aku masih tersengal sengal, pernah jatuh di victoria park hingga celana (sebetulnya rok) milikku bolong dan lututku berdarah. Hasilnya, aku tidak bisa sholat bersujud dalam 2 minggu. Alih alih aku berhenti lari, aku masih memilih olahraga itu, lagi lagi untuk melepas stress, walaupun kurasa aku rasanya tidak pernah bisa.
Beberapa kali aku berlari juga membuat tubuhku lemas. Salahku memang tidak mengisi perut sebelum olahraga. Saat itu, aku hanya ingin membuat tubuhku lebih segar di pagi hari, agar siangnya lebih bugar memulai hari di kampus. Lagi lagi hingga tahun 2024 selesai, aku belum menemukan olahraga yang aku bisa nikmati. Semuanya terasa menyiksa dan menyakiti.
Hingga di awal tahun 2025, ketika aku merasa stress aku mencoba untuk menikmati fasilitas di apartemen di Surabaya, yaitu kolam renang. Tenang rasanya mencoba mengayunkan kaki dan tangan di air, sambil mendengarkan suara deburan air yang menenangkan. Saat itu, aku juga belum bisa konsisten, namun aku merasa senang dan tenang dengan berenang yang aku ciptakan sendiri gerakannya. Masalahnya cuma 1: ternyata gerakanku salah seperti ikan lumba lumba, sehingga ketika aku berenang di kolam dengan banyak orang, aku banyak malunya.
Akhir tahun 2025, tepatnya di Bulan Desember, aku mulai belajar pilates homeworkout dari Youtube. Wah sulit sekali gerakannya. Judulnya memang beginner, tapi ternyata gerakan sederhana pun aku nggak bisa. Aku ingat bagaimana aku memulai gerakan rainbow leg. Dengan semangat 45, postur yang salah, aku kelimpungan menggerakan kakiku. Walaupun demikian, ternyata happyyy dan senaaannggg sekali berhasil menyelesaikan 30 menit sesi pilates homeworkout for beginner itu. Dari sini perjalananku dengan Pilates dimulai.
Dengan peralatan sederhana, yaitu sajadah dan baju bukan untuk olahraga, gerakan yang belum sempurna, alias postur yang salah dan berhenti ditengah2 gerakan, aku coba rutinkan pilates itu. Awalnya hanya seminggu sekali di hari Sabtu/Minggu. Makin kesini, aku coba gerakan itu sebelum mulai kerja, ternyata segar sekali hariku, tidak tantrum dengan tidak adanya teman dan pressure pekerjaan. Walaupun aku pede banget sebagai sipaling benar gerakannya, paling tidak aku mulai bergerak, happy, dan ingin merutinkan olaharagaku itu.
Kini, Bulan Mei 2025, aku bahkan sudah bisa melakukan pilates gerakan intermediate, walaupun dengan mengeluh dan tersengal sengal. Aku sadar posturku belum sempurna, yang artinya belum seluruh otot yang disuruh bergerak oleh homeworkout itu aku gerakkan. Namun hari ini, aku coba lagi putar vidio pilates pertamaku, dan ternyata aku benar benar sudah bisa dengan postur sempurna seperti di vidio. Rasanya senang sekali dan release. Ternyata dai 4 bulan aku menganggur ini, satu keberhasilanku adalah bisa bergerak dengan pilates dan merasakan kesenangan dalam olahraga.
Tidak pernah bolong pilatesku setiap hari, paling bisa dihitung jari. Kalau tidak mens hari pertama ya puasa. Bukan karena aku mau kurus, tapi ternyata aku menemukan perasaan yang lebih bahagia setiap harinya. Lebih bersemangat untuk belajar dan mempelajari hal baru atau mendaftar pekerjaan. Pada saat ini, aku sedang bersemangat lagi untuk bergerak dan mencoba gerakan pilates baru lagi. Mari kita lihat progressnya di akhir tahun nanti!
Komentar
Posting Komentar