Berenang sebagai Ikan Kecil


https://www.pexels.com/photo/school-of-fish-3282874/

Kalau ditanya apakah aku menyesal? Jawabannya tidak. Namun jawaban ini akan menjadi latihan yang aku ulang setiap harinya. Ternyata hidup menuntunku untuk bersyukur pada pencapaianku, ketika banyak pencapaian orang lain muncul setiap harinya namun hari ini aku masih stuck untuk mencapai. 

Pencapaian itu aku kaitkan dengan keberhasilan professional. Karir yang naik, penerimaan beasiswa, bekerja di institusi yang bagus, hingga mendapatkan promosi. Saat ini, ketika kontrakku selesai, dan aku belum berhasil mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan, rasanya seperti aku gagal. Gagal dalam mengimplementasikan apa yang aku tahu, gagal dalam menyalurkan kemampuanku, atau merasa seperti... tidak mampu. Akibatnya, dalam beberapa hari aku dalam satu bulan aku akan merasa down, menyalahkan diri sendiri dan ingin menyerah. 

Kegagalan yang aku rasakan ini, merupakan kegagalan terbanyak yang aku rasakan. Dari semenjak aku sekolah dasar hingga mendaftar pekerjaan terakhir, kegagagalan yang aku terima tidak pernah sebanyak ini. Rasanya, dulu setiap aku mencoba, tidak sampai 10 kali aku sudah mendapatkan penawaran yang sesuai. Kini, berkali kali aku coba, sedikit yang cocok, namun tidak ada yang saling cocok. 

Terlepas dari grant yang semakin sedikit, pesaingku menjadi lebih banyak. Pelamar yang mendaftar di posisi yang aku lamar, terdiri dari banyak orang yang memiliki pengalaman lebih tinggi. Mau tidak mau, aku juga memperluas lamaranku pada posisi yang belum seperti pekerjaanku sebelumnya. Aku sudah sadar akan hal itu. Namun, aku kembali menjadi ikan yang kecil di lautan yang luas. 

Ikan kecil ini sedang mencoba mencari arah dalam berenang, entah benar entah salah. Dia memiliki perbekalan dan sepertinya tetap butuh mencari bekal baru ditengah jalan. Takut kehabisan. Pada beberapa titik, dia sedih karena perjalanannya begitu panjang. Dia sendirian. Takut untuk kembali, namun dia sudah ditengah tengah. 

Ikan kecil ini sedang dipaksa untuk berhenti, beristirahat; karena mungkin sebenarnya dia sedang lelah berenang dengan keras beberapa waktu belakangan. Namun ia melihat sekelilingnya, banyak ikan kecil lain yang sedang semangat berenang. Tas bekalnya macam macam dan berwarna warni. Dalam hati kecilnya, ia sedih karena sedang tidak bisa melaju. Dalam hati kecilnya, ia sedih karena tasnya berwarna hitam. 

Dalam istirahatnya, dia termenung dan berefleksi. Sedikit sedikit melatih siripnya, agar ketika sudah bisa melaju kembali, dia tidak kelelahan. Dia sedikit belajar tentang bagaimana membuat bekal dari plankton dan protozoa didekatnya. Sedikit banyak dia juga belajar untuk berteman dengan bintang laut. Hal hal kecil yang dia sering lewatkan ketika sedang melaju dengan cepat setahun kemarin. 

Dalam 27 tahun hidupku. Aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada Nya. Dalam 27 tahun hidupku, tidak pernah Allah memberikan ketetapan yang membuatku kecewa dan merugi pada akhirnya. Aku yakin dalam istirahatku ini, ada banyak hal baik yang sedang Allah beritahu padaku; Allah sedang mencoba melatihku beberapa kemampuan. Sadar akan kesabaran. Sadar akan keterbatasan. Sadar bahwa dengan segala kemampuan yang aku miliki, Allah lah yang memberikan, Allah lah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. 

Sedikit banyak, aku merasa di bulan kelimaku tanpa pekerjaan yang tetap aku berpikir, Allah sedang pelan pelan menuntunku untuk kembali, berserah terhadap ketetapanNya dan yakin bahwa takdirNya adalah yang terbaik saat ini untukku. Butuh kacamata kuda sehingga aku tidak perlu melihat terlalu banyak pencapaian orang lain. Namun hingga nanti imanku sudah tinggi, aku tidak merasa iri kembali terhadap pencapaian orang lain itu, karena saat ini, yang aku jalani adalah yang terbaik untukku. 

Komentar